Skip to content
Psychology Apps Directory
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
Skala Resiliensi Perkawinan
Kelompok 3 Psikologi
December 2, 2023
2:48 pm
Resiliensi Perkawinan
Step
1
of
5
20%
Nama/Inisial
(Required)
Jenis Kelamin
(Required)
Perempuan
Laki-laki
Email
(Required)
Harap diisi untuk mendapatkan hasil asesmen.
Usia Perkawinan
(Required)
Bulan/Tahun
(Required)
Bulan
Tahun
Saya setuju untuk mengisi asesmen online dan memahami bahwa informasi yang saya berikan akan digunakan secara rahasia sesuai dengan kebijakan privasi situs web ini.
(Required)
Ya
Krisis perkawinan adalah pertanda kami tidak lagi berjodoh sebagai pasangan suami-istri
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Krisis perkawinan pertanda bahwa perkawinan kami tidak bisa lagi diselamatkan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Perkawinan kami sulit dipertahankan karena terlalu banyak problem yang tak bisa kami selesaikan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Perkawinan kami sulit untuk dipertahankan karena hanya salah satu pihak saja yang berjuang mempertahankannya
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Terlalu banyak pertengkaran terjadi sejak kami menikah pertanda perkawinan ini akan sulit bertahan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Segala upaya telah saya usahakan untuk mempertahankan perkawinan kami, saya tidak yakin akan berhasil
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Jika pasangan tidak paham maksud saya, saya biarkan saja hingga dia paham dengan sendirinya
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Saya tidak bisa lagi menerima perbedaan yang ada pada pasangan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Ada begitu banyak perbedaan diantara saya dan pasangan, saya tidak tahu apa yang akan kami raih melalui perkawinan ini
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Meskipun kesulitan dalam perkawinan kami belum terselesaikan, saya yakin kami bisa mengatasinya
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Meski ada banyak persoalan dalam perkawinan, hidup saya terasa lebih bermakna setelah saya menikah
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Perkawinan bukan saja urusan manusia tapi juga urusan Tuhan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Dalam situasi tertentu, dorongan saya untuk memimpin keluarga muncul untuk mengarahkan dan melindungi keluarga
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Saya dan pasangan saling mencurahkan ide-ide untuk kami kerjakan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Baik saya atau pasangan dapat mengambil keputusan mengenai segala sesuatu asal dikomunikasikan terbuka kepada pasangan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Jika ada kegagalan, kami ambil hikmahnya untuk diperbaiki ke depannya
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Jika mencintai pasangan terasa sulit, saya mengingat kembali apa yang menjadi impian/cita-cita kami waktu menikah dulu
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Saya dan pasangan saling mem-back-up dalam mengerjakan tugas sebagai suami-istri
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Saya tidak yakin perkawinan kami akan bertahan lama
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Saat relasi perkawinan kurang baik, saya minta pasangan untuk ikut berdoa agar semuanya baik-baik saja
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Jika ada hal-hal di luar perkiraan, rencana yang sudah kami susun bisa dengan mudah kami ubah menyesuaikan keadaan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Saya kecewa, banyak hal yang saya impikan sebelum menikah tidak tercapai sampai sekarang
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Sekalipun ada banyak perbedaan dengan pasangan, saya tidak memaksa dia menyesuaikan diri ke saya
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Jika pasangan sedang ingin sendiri, saya membiarkan dia melakukannya
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Jika relasi saya dengan pasangan memburuk, saya mengingat kembali banyaknya cinta diantara kami agar saya mampu terus mencintai pasangan
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Sesekali kami pergi berdua jika pekerjaan telah membuat kami saling jauh
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Kami saling tahu berapa penghasilan kami dan digunakan untuk apa saja
(Required)
Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Agak Setuju
Cukup Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Hidden
Persepsi terhadap adversitas dan fleksibilitas relasi
Hidden
Keterhubungan dan kolaborasi sebagai pasutri
Hidden
Optimisme dan keterbukaan komunikasi
Persepsi terhadap adversitas dan fleksibilitas relasi: Rendah.
Anda meyakini bahwa relasi dengan pasangan akan sulit bertahan menghadapi kesulitan dan masalah dalam perkawinan.
Persepsi terhadap adversitas dan fleksibilitas relasi: Sedang.
Anda memandang relasi dengan pasangan cukup berat untuk dijalani karena adanya problem relasi dengan pasangan. Ada kekecewaan terhadap pasangan atau diri sendiri. Mulai ada keraguan apakah relasi dengan pasangan akan dapat bertahan.
Persepsi terhadap adversitas dan fleksibilitas relasi: Tinggi.
Anda meyakini relasi dengan pasangan akan tetap bisa bertahan meski menghadapi pertengkaran atau masalah dalam relasi berdua.
Keterhubungan dan kolaborasi sebagai pasutri: Rendah.
Anda kurang ada keinginan atau upaya untuk membangun kebersamaan dengan pasangan. Komunikasi terasa sulit dan cenderung masing-masing mengambil keputusan sendiri tanpa merasa perlu mengkomunikasikan kepada pasangan.
Keterhubungan dan kolaborasi sebagai pasutri: Sedang.
Mulai terasa sulit untuk Anda dalam mempertahankan kebersamaan dengan pasangan. Kebiasaan yang dulu pernah dilakukan mulai terhenti dan sulit untuk memulai lagi. Ada perasan jauh atau terasing dari pasangan.
Keterhubungan dan kolaborasi sebagai pasutri: Tinggi.
Anda mengupayakan adanya keterhubungan (connectedness) yang mendalam di dalam berelasi dengan pasangan. Memelihara kebiasaan rutin untuk berkomunikasi mendalam dengan pasangan. Upaya mempertahan relasi dilakukan karena menyadari kehadiran Tuhan dalam relasi dengan pasangan.
Optimisme dan keterbukaan komunikasi: Rendah.
Anda cenderung pesimis terhadap pasangan dan diri sendiri. Banyak hal tidak dikomunikasikan kepada pasangan dan banyak hal mengenai pasangan yang tidak diketahui.
Optimisme dan keterbukaan komunikasi: Sedang.
Ada beberapa kekecewaan terhadap pasangan atau relasi dengan pasangan Anda, namun sejauh ini Anda tampak bisa menerima realita yang ada. Berusaha memelihara kebersamaan dengan pasangan meski tidak mudah.
Optimisme dan keterbukaan komunikasi: Tinggi.
Optimis relasi dengan pasangan dapat bertahan karena Anda telah melakukan banyak upaya untuk mempertahankannya. Selalu berusaha terbuka kepada pasangan dan memelihara kedekatan relasi dengan pasangan.
Silahkan mengambil gambar/screenshot hasil asesmen dan klik submit.
(Required)
Ya
Prev
Previous
LOLI :Loneliness Scale Test
Next
Psytoons : Psychoeducation Comic Website
Next